Kisruh pssi

Wali Kota Gorontalo: Nurdin Halid Harus Mundur!

Kompas.com - 27/02/2011, 13:28 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Wali Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea, yang sekaligus Ketua Umum Persigo Gorontalo, mendesak Nurdin Halid tidak mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI.

Menurut Adhan, selama kepemimpinan Nurdin, tidak ada prestasi yang membanggakan di cabang sepak bola dalam negeri. Adhan juga secara terang-terangan mendukung pencalonan George Toisutta sebagai ketua umum PSSI.

"Tidak ada yang luar biasa pada masa kepemimpinan Nurdin Halid. Jika ia masih bertahan, sepak bola dalam negeri tidak akan berubah sama sekali. Sebaiknya Nurdin Halid mundur saja dari PSSI dengan jiwa besar," ujar Adhan di hadapan para wartawan, Minggu (27/2/2011) di Kantor Wali Kota Gorontalo.

Adhan menambahkan, calon yang tepat untuk memimpin PSSI dari kalangan militer, yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Tosiutta. Ia menilai, dunia sepak bola Indonesia memerlukan kedisiplinan tinggi. Dan, menurut dia, George dinilai sebagai sosok yang tepat untuk hal tersebut.

"Jika Nurdin Halid masih memimpin PSSI, dapat saya pastikan Persigo akan keluar dari Divisi Utama untuk menyeberang ke Liga Primer Indonesia yang digagas Arifin Panigoro," kata Adhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau